Yuk Berbagi.... :D
Jangan serakah seperti nyamuk
Malam ketika saya tidur, kebetulan musim hujan, kebiasaan saya adala berwudhu sebelum tidur setelah itu berdoa agar menjadi generasi yang sholeh. insyallah..
Saat, sudah tertidur lelap tiba datang nyamuk berbisik bisik di telinga, dan pada akhirnya saya tidak dpt nyenyak tidur,. kemudian saya melihat beberapa nyamuk yang sangat gemuk karena kekenyangan, sehingga tidak bisa terbang. Tentu dengan mudah saya membunuhnya.
Sebagian nyamuk yang lain masih berputar-putar disekeliling kamar, berkali-kali dihalau dengan cara di tepok tetapi masih saja berputar-putar mencari kesempatan untuk menghisap darah. Setelah berulang-ulang menepok, Alhamdulillah gangguan nyamuk-nyamuk tersebut dapat diselesaikan.
Saat, sudah tertidur lelap tiba datang nyamuk berbisik bisik di telinga, dan pada akhirnya saya tidak dpt nyenyak tidur,. kemudian saya melihat beberapa nyamuk yang sangat gemuk karena kekenyangan, sehingga tidak bisa terbang. Tentu dengan mudah saya membunuhnya.
Sebagian nyamuk yang lain masih berputar-putar disekeliling kamar, berkali-kali dihalau dengan cara di tepok tetapi masih saja berputar-putar mencari kesempatan untuk menghisap darah. Setelah berulang-ulang menepok, Alhamdulillah gangguan nyamuk-nyamuk tersebut dapat diselesaikan.
Memperhatikan ulah nyamuk-nyamuk tadi membuat saya merenung dan teringat dengan firman :
إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِيْ أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ أَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيْراً وَيَهْدِيْ بِهِ كَثِيْراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِيْنَ
(26) Sesungguhnya Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau yang lebih kecil dari padanya. Maka adapun orang-orang yang beriman mengetahuilah dia bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka , Dan adapun orang-orang yang kafir maka berkatalah mereka : Apa yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan begini ? Tersesatlah dengan sebabnya kebanyakan manusia dan mendapat petunjuk dengan sebabnya kebanyakan. Dan tidaklah akan tersesat dengan dia, melainkan orang-orang yang fasik (QS Al Baqarah : 26)
Allah menjadi nyamuk sebagai sebuah pelajaran bagi umat manusia khususnya bagi yang mau merenungkannya, tetapi yang tidak mau merenungkan tentu menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat.
Perenungan yang saya dapatkan dari masalah nyamuk ini ada dua yaitu :
Pertama nyamuk serakah dalam mencari makan, tidak memikirkan batas kemampuannya, walau sudah kenyang tetapi masih terus menghisap darah sehingga sangat kekenyangan, tidak bisa terbang dan mudah untuk dibunuh.
Sama halnya dengan sebagian manusia, ada yang tidak pernah merasa puas dengan dunia. Halal dan haram dijalani untuk memuaskan nafsunya sehingga kematian menjemputnya.
Allah berfirman :
وَ لَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَ مِنَ الَّذِيْنَ أَشْرَكُوْا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَ مَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
Dan sesungguhnya akan engkau dapati mereka itulah yang seloba-loba manusia terhadap hidup , dan lebih dari orang-orang yang musyrikin, ingin setiap orang dari mereka jikalau diberi umur seribu tahun. Padahal tidaklah akan menunda-nundanya dari azab panjang umurnya itu. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Rasulullah juga bersabda : “Seandainya anak Adam (manusia) itu memiliki dua lembah emas, niscaya dia akan lebih senang jika memiliki 3 (lembah emas), dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya (memuaskan dirinya) selain tanah (liang kubur). (HR Ahmad, Ibnu HIbban)
Kedua, pelajaran kedua adalah nyamuk tidak memikirkan keselamatannya walau sudah diusir dan akan dibunuh untuk mendapatkan dunia.
Islam melarang ummatnya mengorbankan nyawa untuk mendapatkan rizqi apalagi sudah diketahui bahwa pekerjaan tersebut tidak aman dan mengancam nyawa.
Allah berfirman :
Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu (QS An Nisa ; 29)
Salah satu kaidah dalam maqashid syariah (tujuan hukum Islam) adalah hifdzun nafs (menjaga jiwa), kaidah ini harus menjadi acuan kita bahwa jangan sampai pekerjaan kita membahayakan jiwa, nyawa menjadi taruhannya.
Bukan berarti bahwa pekerjaan itu tidak ada resiko, semua pekerjaan pasti ada resiko, tetapi resiko itu harus diperhatikan dan dicari cara untuk pencegahan bahayanya. Misalnya bekerja pada bangunan tinggi resiko jatuh maka wajib memakai alat keamanan, memakai motor resiko jatuh maka memakai helm, jaket dan keamanan lainnya, pemadaman kebakaran maka memakai pakaian tahan api. Tetapi kalau pekerjaan itu memang sangat membahayakan nyawa dan tidak ada cara pengamanannya maka harus dihindarkan, misalnya bekerja pada orang dzalim yang sudah terbiasa menyiksa, maka agar selamat maka mencari pekerjaan lain, pembersih gedung tinggi tetapi tanpa memakai pengamanan dll.
renungan kedua iyalah misalkan kita seperti nyamuk dalam berdakwah, nyamuk itu tidak kenal lelah untuk menghisap darah manusia, meskipun nyamuk tersebut sudah di usir, sudah di kata ktain tidak baik. namun nyamuk tetap aja berjuang agar dapat darah tersebut. kita pun begitu juga seharusnya kita tidak bosan bosan menasehati teman kita yang berbuat maksiat.
setelah nyamuk itu terkena serangan dari manusia dan akhirnya nyamuk tersebut mati, kemudian para pasukan nyamuk lainnya kembali menghisap darah manusia tersebut. malah malah semakin banyak nyamuk yang berdatangan. begitu juga dakwah para sahabat rasulullah salalluhu'alaiwassalam,
kemudian nyamuk tempat tinggalnya sederhana, seperti kita ketahui nyamuk itu sukanya bertempat tinggal di tempat yang lembab - lembab contohnya di selokan, dan guys nyamuk itu suka di bawah kolong kolong lemari, di belakang tirai. munkin ini yang jarang di kala kita sudah berkecukupan dan ingin selalu ingin tambah dan tambah lagi. guys itu hanyalah DUNIA. dunia itu fana, ( sementara ) jangan jadikan dunia untuk kesenangan. bahkan yang perlu kita ketahui adalah dunia itu penjara bagi kita,
mungkin masalah dakwah tidak sulit kita lakukan, apa saja dakwa yang mudah??? seperti Azan di waktu shalat, itupun sudah dikatakan Dakwah, so mari kita bangun tingkat keimanan kita dengan cara meninggalkan maksiat yg selama ini brada dalam diri kita. ingat sesungguhnya saiton itu mangajak kita untuk bertobat. tapi kapan???? , tapi nanti, sebentar. kata nanti inilah yang membuat kita terlena contohnya menunda nunda melaksanakn shalat fardu. inilah kebanyakan sering kita alami di dunia ini. saya pun begitu juga dulu nya. tpi itu semua bisa di rubah kok.. ingat aja Allah Maha pemberi Hidayah, Berdoa dan berusaha pasti Allah akan memberi jalannya.. Insyaallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar